The Lodge Maribaya, Tempat Wisata Yang Peduli Sampah Dan Lingkungan

 

Wahana Sky Tree The Lodge Maribaya

Selfie di alam kayaknya lagi hits yang belakangan ini. Orang-orang kota berbondong-bondong ke pinggiran kota atau ke desa yang sering muncul di media sosial teman-temannya. Salah satu tempat yang lagi ngehits itu adalah The Lodge Maribaya.

Pada tanggal 22 April 2017, saya berkunjung ke The Lodge Maribaya bersama beberapa teman. Lokasinya terletak di Jalan Maribaya no. 149 RT 03/ RW 15 Kampung Babakan Gentong, Desa Cibodas, Maribaya Lembang. Untuk menuju ke sana, kebanyakan sih menaiki kendaraan pribadi. Tapi kalau gak punya kendaraan pribadi gak perlu patah hati, ada angkot jurusan Lembang-Cibodas yang siap menanti…eaa… Kalau menuju ke Lembang sih banyak info yang mudah diakses dari Kota Bandung.

Tenda kemping khas The Lodge Maribaya

The Lodge Maribaya adalah destinasi wisata yang di dalamnya terdapat camping ground, team building area, tempat aktivitas outdoor (contohnya trekking hutan pinus, panahan, dll) yang cocok untuk semua kalangan, baik keluarga, perusahaan, hingga perorangan. Ada beberapa wahana juga yang terdapat di sana dan diantaranya adalah wahana yang memacu adrenalin. Wahana tersebut diantaranya adalah Sky Tree, Zip Bike, Mountain Swing, dan Sky Bamboo. Baik yang menginap ataupun pengunjung umum, semuanya bisa ikut mencoba wahana ini. Tujuan mencoba wahana, selain uji nyali, utamanya tentu adalah narsiiis… Hihihi…

Keindahan The Lodge Maribaya tidak lepas dari keindahan bukit hutan pinus yang terdapat di seberangnya. Hutan pinus yang sangat cantik itu adalah bagian dari Taman Hutan Raya (Tahura) Juanda Bandung. Juara banget deh alam parahyangan ini. Udaranya sejuk, alamnya hijau, warganya ramah, dan The Lodge emang jagoan mengemas semua itu ke dalam paket wisata yang unik.

Owner The Lodge Maribaya sedang menyampaikan kata sambutan

Nah, sebagai sebuah destinasi wisata, The Lodge tidak hanya memikirkan bisnis sesaat saja, tapi juga sangat peduli pada perbaikan lingkungan. Pas tanggal 22 April kemaren ternyata bertepatan juga dengan Hari Bumi atau Earth Day. The Lodge bersama dengan Tahura Juanda Bandung menggandeng Kepala Desa dan Forum RW Desa Cibodas, mengadakan bersih Desa Cibodas. Acara ini didukung pula oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ikatan Keluarga Taruna Mandiri Lembang, dan Dinas Lingkungan Hidup UPT Kebersihan. Ngapain aja sih di sana? Acara utamanya pembersihan sampah dan penanaman pohon untuk penghijauan.

Jalan Desa Cibodas yang dibersihkan

Ternyata, di desa yang alamnya masih asri seperti Desa Cibodas, penanggulangan sampahnya masih memprihatinkan. Dinas Kebersihan memang belum mampu menjangkau tempat ini dan memiliki TPS khusus hingga akhirnya warna membuang sampah ke lereng yang ada di pinggir jalan Desa Cibodas. Duh, sayang banget ya. Di sisi seberangnya pemandangan hutan pinus terlihat begitu indah, tapi di sini bukit yang ada di Desa Cibodas, lerengnya dipenuhi oleh sampah yang menumpuk bertahun-tahun. Setelah kegiatan ini dilanjutkan pula dengan pembagian tempat sampah sementara, pembuatan bak sampah, pemberian kendaraan angkut sampah berupa motor dan mobil pick up. Semoga ke depan Desa Cibodas ini benar-benar bebas sampah dan bisa tetap menjaga lingkungannya.

Oya, masih terkait dengan Hari Bumi ini, tanggal 26 April 2017, The Lodge Foundation didukung Tahura Juanda Bandung juga mengadakan Forest Music Festival yang berisi talkshow tentang lingkungan hidup, workshop pembuatan kertas Daluang, dan live forest music dari beberapa seniman. Dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan, wisata alam juga akan semakin berkembang, perputaran uang di masyarakat sekitar akan meningkatkan pendapatan juga yang saat ini sudah terlihat di seputar The Lodge. Semoga sukses untuk The Lodge, sukses untuk upaya penjagaan lingkungannya, sukses meningkatkan kesejahteraan warga Desa Cibodas khususnya, dan sukses menaikkan pamor wisata Bandung dan Jawa Barat.

ROMANTISNYA SUNGAI CHAO PHRAYA MENJELANG SENJA

Romantisnya Sungai Chao Phraya Bangkok

Sungai Chao Phraya adalah sungai utama sepanjang 372 kM di Thailand dan menyebar ke seluruh daratan negara itu. Sungai ini juga membelah ibukota negara Thailand, yaitu kota Bangkok. Keberadaan sungai ini seakan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kota Bangkok. Belum ke Bangkok namanya kalau belum menyusuri atau menikmati suasana di sekitar sungai yang sangat lebar dan panjang ini.

Sungai ini berfungsi seperti halnya jalan raya, yaitu menjadi sarana transportasi dari satu tempat ke tempat lain. Ada yang melewati sungai ini menggunakan perahu dayung kecil, ada pula yang menggunakan perahu angkutan umum, perahu carteran, boat, dan bahkan kapal pesiar yang cukup besar.

Salah satu tepian tempat berlabuhnya perahu-perahu tadi adalah dermaga di Asiatique. Asiatique ini adalah sebuah kawasan tempat nongkrong anak muda di Bangkok. Cocok dong dengan kami yang masih muda (hik hik hik). Di kawasan ini terdapat tempat makan dan toko-toko yang berjumlah lebih dari 1.000 gerai. Ada kincir raksasa juga lho yang bernama Mekong.

Bangkok adalah kota yang hawanya cukup panas, jadi saat menjelang senja saat matahari teduh, pinggiran sungai di kawasan Asiatique ini bener-bener terasa asik. Lampu-lampu mulai dinyalakan, angin semilir sambil memandang riak air dan kapal-kapal yang berjalan anggun di sungai selebar ini, menjadi sajian yang pas dinikmati sambil ngabuburit (kalau umpamanya lagi bulan puasa hehehe…).

Pengen nyoba jalan ke sini? Gampang kok, bisa dijangkau naik angkutan umum. Kami pun ke sana menggunakan angkutan umum. Sambung-menyambung sih, tapi tetap oke. Banyak alternatifnya mau ambil jalur darat atau sungai, tapi hanya yang pernah saya coba nih saya ceritakan.

Caranya, buka peta dan cari stasiun BTS (Bangkok Mass Train Sistem) Saphan Taksin yang bisa diakses dari stasiun BTS lainnya walau sambung-menyambung. Setelah turun di BTS Saphan Taksin, kita tinggal naik bis yang nomornya 1. Nanti minta turun di Asiatique. Walau di sana kurang lancar bahasa Inggris, kemana-mana bawa peta atau pakai tulisan nama tempat aja, biasanya mudah untuk bertanya. Pakai bahasa tarzan, tentu saja hehe…

Selamat ngabuburit eh bertualang deh!