Ke Masjidil Aqso? Jangan Ragu, Insyaa Allah Aman…

Masjidil Aqso Kubah Ash-Shakhrah

Assalamu’alaikum…

Om, Tante, Kakak, kenalkan nama saya Deva. Deva masih duduk di sekolah kelas 4 SD. Deva ingin cerita pengalaman yang sangat berkesan.

Waktu masih kelas 3 SD, Deva pernah diajak Mama dan Papa ke Masjidil Aqso. Sudah pada tahu Masjidil Aqso kan? Iya betul, itu adalah mesjid utama umat Islam selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Ada yang bertanya, memangnya Deva gak takut datang ke Masjidil Aqso? Alhamdulillah, Deva senang sekali bisa ke sana. Perjalanannya memang melelahkan karena Masjidil Aqso lebih jauh dibanding 2 mesjid besar umat Islam di atas. Untung saja Deva selalu dijaga Mama dan Papa, jadi kalau Deva capek atau ngantuk, Mama dan Papa bergantian menggendong Deva… hehehe.

Menurut hadist dari Rasulullah, Tidak disarankan melakukan suatu perjalanan berpayah-payah kecuali menuju tiga Masjid, yaitu Masjid Al-Haram (di Mekkah), dan Masjidku (Masjid An-Nabawi di Madinah), dan Masjid Al-Aqsha (di Palestina). Jadi, walaupun perjalanannya berat, Deva pengen lakukan karena menuju tempat yang sangat penting dalam sejarah umat Islam.

Deva sering mendengar tentang Masjidil Aqso waktu diceritakan oleh Pak Guru tentang peristiwa Isra Mi’raj. Dalam peristiwa Isra, Rasulullah diberangkatkan oleh Allah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso sebelum akhirnya melakukan perjalanan menuju langit tertinggi, yaitu Sidratul Muntaha. Saat itulah Rasulullah menerima perintah shalat 5 waktu yang hingga sekarang dijalankan oleh umat Islam. Karena sering mendengar cerita itu, Deva penasaran banget saat diajak oleh Mama dan Papa ke Aqso.

Deva sempat bertanya ke Mama, bahaya atau tidak kalau berangkat ke Aqso? Kan Deva sering lihat di TV ada perang di Palestina. Kata Mama, “Di sana insyaa Allah aman dan umat Islam dari Indonesia diperbolehkan masuk ke Masjidil Aqso. Kalau memang berbahaya, pasti Mama tidak mau mengajak dan membahayakan Deva”. Oh, akhirnya Deva paham dan pamit ke Bapak dan Ibu Guru di sekolah untuk ikut dengan Mama Papa ke Aqso.

Pada hari itu, Deva akhirnya tahu yang namanya negara Palestina dan Masjidil Aqso yang sangat indah di Kota Jerusalem. Selain indah, kompleks Masjidil Aqso itu berisi banyak mesjid. Salah satu mesjid di sana, kubahnya saja dilapisi 80 kg emas, yaitu Masjid Ash-Shakhrah. Mesjid lainnya antara lain adalah mesjid yang berkubah timah berwarna abu kehitaman (Masjid Qibli) dan ada juga mesjid yang terdapat di dalam tanah. Di tanah inilah terdapat banyak sekali jejak para Nabi. Kata Om Pemandu Wisata, “Selain Rasulullah Muhammad S.A.W. yang pernah menjejakkan kaki di sini, Allah juga menurunkan Nabi-Nabi sebelumnya, antara lain Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, dan Nabi Isa. Masih banyak lagi Nabi-Nabi yang pernah berdakwah di kota yang bernama lain Baitul Maqdis ini, sehingga pantas dikatakan bahwa tidak ada sejengkal tanahpun yang tidak digunakan untuk berdakwah dan beribadah oleh para Nabi”.

Negara Palestina, walaupun masih dalam masa penjajahan, tapi pemandangannya sangat indah. Kalau kata Mama, pemandangannya seperti negara di benua Eropa. Apalagi kompleks Masjidil Aqso yang merupakan kota Jerusalem Lama, bentuknya sangat unik karena jalanan dan dinding rumahnya terbuat dari batu-batuan seperti rumah jaman dahulu. Ada penduduk yang hidup di dalam benteng ini. Mereka sangat ramah kepada orang-orang yang berkunjung ke Masjidil Aqso. Pintu gerbang Masjidil Aqso sendiri, saat ini selalu dijaga oleh tentara zionis Israel. Sebelum masuk ke dalam pekarangan mesjid, kita harus lapor terlebih dahulu. Tapi tidak perlu takut, yang penting kita ke sana untuk beribadah dan berziarah bukan? Tentara-tentara itu pasti tidak akan mengganggu kita.

Sambil berkeliling berjalan kaki di kota , Om Pemandu Wisata asal Palestina selalu bercerita tentang sejarah para Nabi yang pernah lahir dan berdakwah di tempat-tempat yang kami lewati dan singgahi. Kota Jerusalem, Bethlehem, dan Hebron adalah kota yang paling Deva ingat di sana. Banyak anak Palestina sebaya dengan Deva yang ada di Masjidil Aqso dan di kota Hebron. Deva jadi tahu kehidupan prihatin anak-anak di negara itu. Ada beberapa anak yang membawa ember kecil berisi jatah makan siang seperti bubur encer di kota Hebron. Mama berbisik ke Deva, “Kita jangan membuang-buang makanan ya. Lihat anak-anak di sini, banyak yang hidupnya sangat susah dan makan seadanya”. Alhamdulillah, Deva bersyukur Allah masih memberi rejeki untuk Deva dan keluarga hingga bisa makan.

Selain berkunjung ke beberapa kota di Palestina, Deva dan rombongan juga singgah ke negara lain seperti Jordan dan Mesir. Ada beberapa tempat yang diceritakan dalam Al Qur’an yang Deva singgahi, seperti Gua Ashabul Kahfi di kota Amman, tempat Fir’aun, dan Sungai Nil di Kota Kairo. Gua Ashabul Kahfi di kota Amman Yordania ini tertulis di dalam Al Quran Surat Al Kahfi dari ayat 9-16. Sedangkan yang berkaitan dengan Mesir dan Nabi Musa, diceritakan dalam beberapa surat, diantaranya dalam surat Al Qashash ayat 1-13.

Deva jadi pengen kembali lagi ke sana. Siapa tau teman-teman Deva juga mau, kan asyik kalau bisa pergi ramai-ramai. Tapi Deva belum paham bagaimana cara ke sana soalnya semuanya diurus sama Mama dan Papa. Jadi kalau ada yang bertanya, Deva bilang ke Mama. Kata Mama, “Kalau ada yang mau pergi ke Aqso, sebaiknya jangan sendiri-sendiri, tapi bersama-sama dengan rombongan travel. Kalau pakai travel, semuanya udah enak ada yang mengatur. Berangkat dari hotel langsung naik bis khusus dan tinggal turun di tempat yang dituju. Apalagi kalau paket wisata halal, makanannya pun dipilihkan yang pasti halal. Saat waktunya shalat, semua dibawa ke tempat shalat juga”. Begitulah kata Mama. Dan betul juga, waktu di sana kami semua dapat makanan enak dan halal, mirip dengan makanan Indonesia. Kalau jam shalat, kami sering diajak ke mesjid. Deva kan malu sama Allah kalau sampai tidak shalat, soalnya Deva pengen disayang Allah. Walaupun sedang jalan-jalan, Deva gak mau shalatnya bolong-bolon

Oh iya, Mama juga bilang, “Kalau ada yang mau berangkat ke Aqso,  ada beberapa biro travel yang punya paket ke sana. Ada yang setahun sekali, bahkan ada yang punya jadwal tour ke Aqso hampir setiap bulan. Memilih biro travel harus hati-hati karena banyak yang murahan tapi tidak bertanggung jawab dan bahkan menipu konsumennya. Ada beberapa travel yang sudah Mama kenal dan amanah. 

Mama juga sempat bilang, “Kalau bukan kita yang pergi ke sana, lalu siapa lagi?”. Wah…betul juga. Umat Islam dari negara lain memang banyak yang tidak diperbolehkan berkunjung ke sana. Mereka bilang, orang Indonesia sangat beruntung. Deva berdoa, semoga banyak teman-teman yang bisa ke Palestina untuk memakmurkan Al Aqso.
 

Author: Eka Adrian

"The world is a book, and those who do not travel read only a page." -Quote- Eka, Women, Traveler, Blogger, Entrepreuneur

35 thoughts on “Ke Masjidil Aqso? Jangan Ragu, Insyaa Allah Aman…”

  1. Mumpung masih dikasih umur, coba datang deh ke Aqso. Selain disarankan oleh rasulullah melalui hadistnya, banyak sekali hal-hal yang bisa kita pelajari karena di wilayah Palestina dan sekitarnya ini banyak sekali sejarah yang menyebutkan banyak cerita tentang para nabi Allah. Mulai lahir, berkegiatan, hingga tempat bersejarah lainnya. Selain mempertebal iman, juga memperluasa wawasan. Jangan lupa cari travel agent yang baik reputasinya jangan sampai merusak asyiknya perjalanan kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *