The Lodge Maribaya, Tempat Wisata Yang Peduli Sampah Dan Lingkungan

 

Wahana Sky Tree The Lodge Maribaya

Selfie di alam kayaknya lagi hits yang belakangan ini. Orang-orang kota berbondong-bondong ke pinggiran kota atau ke desa yang sering muncul di media sosial teman-temannya. Salah satu tempat yang lagi ngehits itu adalah The Lodge Maribaya.

Pada tanggal 22 April 2017, saya berkunjung ke The Lodge Maribaya bersama beberapa teman. Lokasinya terletak di Jalan Maribaya no. 149 RT 03/ RW 15 Kampung Babakan Gentong, Desa Cibodas, Maribaya Lembang. Untuk menuju ke sana, kebanyakan sih menaiki kendaraan pribadi. Tapi kalau gak punya kendaraan pribadi gak perlu patah hati, ada angkot jurusan Lembang-Cibodas yang siap menanti…eaa… Kalau menuju ke Lembang sih banyak info yang mudah diakses dari Kota Bandung.

Tenda kemping khas The Lodge Maribaya

The Lodge Maribaya adalah destinasi wisata yang di dalamnya terdapat camping ground, team building area, tempat aktivitas outdoor (contohnya trekking hutan pinus, panahan, dll) yang cocok untuk semua kalangan, baik keluarga, perusahaan, hingga perorangan. Ada beberapa wahana juga yang terdapat di sana dan diantaranya adalah wahana yang memacu adrenalin. Wahana tersebut diantaranya adalah Sky Tree, Zip Bike, Mountain Swing, dan Sky Bamboo. Baik yang menginap ataupun pengunjung umum, semuanya bisa ikut mencoba wahana ini. Tujuan mencoba wahana, selain uji nyali, utamanya tentu adalah narsiiis… Hihihi…

Keindahan The Lodge Maribaya tidak lepas dari keindahan bukit hutan pinus yang terdapat di seberangnya. Hutan pinus yang sangat cantik itu adalah bagian dari Taman Hutan Raya (Tahura) Juanda Bandung. Juara banget deh alam parahyangan ini. Udaranya sejuk, alamnya hijau, warganya ramah, dan The Lodge emang jagoan mengemas semua itu ke dalam paket wisata yang unik.

Owner The Lodge Maribaya sedang menyampaikan kata sambutan

Nah, sebagai sebuah destinasi wisata, The Lodge tidak hanya memikirkan bisnis sesaat saja, tapi juga sangat peduli pada perbaikan lingkungan. Pas tanggal 22 April kemaren ternyata bertepatan juga dengan Hari Bumi atau Earth Day. The Lodge bersama dengan Tahura Juanda Bandung menggandeng Kepala Desa dan Forum RW Desa Cibodas, mengadakan bersih Desa Cibodas. Acara ini didukung pula oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ikatan Keluarga Taruna Mandiri Lembang, dan Dinas Lingkungan Hidup UPT Kebersihan. Ngapain aja sih di sana? Acara utamanya pembersihan sampah dan penanaman pohon untuk penghijauan.

Jalan Desa Cibodas yang dibersihkan

Ternyata, di desa yang alamnya masih asri seperti Desa Cibodas, penanggulangan sampahnya masih memprihatinkan. Dinas Kebersihan memang belum mampu menjangkau tempat ini dan memiliki TPS khusus hingga akhirnya warna membuang sampah ke lereng yang ada di pinggir jalan Desa Cibodas. Duh, sayang banget ya. Di sisi seberangnya pemandangan hutan pinus terlihat begitu indah, tapi di sini bukit yang ada di Desa Cibodas, lerengnya dipenuhi oleh sampah yang menumpuk bertahun-tahun. Setelah kegiatan ini dilanjutkan pula dengan pembagian tempat sampah sementara, pembuatan bak sampah, pemberian kendaraan angkut sampah berupa motor dan mobil pick up. Semoga ke depan Desa Cibodas ini benar-benar bebas sampah dan bisa tetap menjaga lingkungannya.

Oya, masih terkait dengan Hari Bumi ini, tanggal 26 April 2017, The Lodge Foundation didukung Tahura Juanda Bandung juga mengadakan Forest Music Festival yang berisi talkshow tentang lingkungan hidup, workshop pembuatan kertas Daluang, dan live forest music dari beberapa seniman. Dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan, wisata alam juga akan semakin berkembang, perputaran uang di masyarakat sekitar akan meningkatkan pendapatan juga yang saat ini sudah terlihat di seputar The Lodge. Semoga sukses untuk The Lodge, sukses untuk upaya penjagaan lingkungannya, sukses meningkatkan kesejahteraan warga Desa Cibodas khususnya, dan sukses menaikkan pamor wisata Bandung dan Jawa Barat.

WASPADA KEKURANGAN VITAMIN D PADA WANITA BERHIJAB

Beberapa kali bertemu dokter David dari DF Clinic, yang selalu beliau tekankan adalah jangan sampai kekurangan vitamin D, apalagi karena saya berhijab. Awalnya sih ya ya aja, maklum belum terlalu mendalami juga tentang apa pentingnya vitamin D. Tapi setiap ketemu yang dibicarakan adalah vitamin D lagi, vitamin D lagi. Emang apaan sih vitamin D? Setau saya sih ada hubungannya dengan sinar matahari. Tapi sepenting apa vitamin D buat kita dan buat saya? Nah, jadi deh ngorek-ngorek lebih dalam soal si Vitamin D.

Pembentukan vitamin D dalam tubuh memerlukan sinar matahari

Salah seorang teman saya di dunia bisnis secara bergurau “bertaruh”, berani ngasih martabak kalau kadar vitamin D dalam tubuh kita lebih dari standar. Pada umumnya, kadarnya jauh di bawah batas normal, yaitu di bawah 30 nmol/ L darah. Bahkan pada penderita kanker stadium 4, angkanya tidak lebih dari 4 nmol/ L darah.

Wow, setelah ditelusuri, ternyata vitamin D mempunyai peran yang penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Contohnya seperti mencegah penyakit diabetes, multiple sclerosis (sklerosis ganda), penyakit jantung, depresi, dan bahkan kanker. Ya ampun, kalau begitu pantas dokter David begitu peduli pada masalah kekurangan vitamin D. Terima kasih Dokter sudah mengingatkan saya yang awalnya santai aja.

Ketika kebanyakan orang bisa berjemur membiarkan kulit terkena paparan sinar matahari langsung, maka tubuh mereka dengan sendirinya akan memproduksi vitamin D. Ini adalah sumber utama dari vitamin D. Lalu, bagaimana nasib kami yang tidak mungkin berjemur di sembarang tempat ini? Bahkan di rumah pun sulit kecuali rumah kita itu berhalaman luas yang dijamin tidak akan tampak aurat kalau diintip oleh tetangga.

Dokter David memberi info bahwa kekurangan vitamin D pada wanita berhijab harus diatasi dengan meminum suplemen vitamin D dan disesuaikan dengan kebutuhan tubuh yang berbeda di tiap orangnya. Untuk memastikan hal tersebut, perlu dilakukan tes laboratorium dan nanti akan diperoleh berapa data dalam tubuh kita. Berdasarkan data tersebut, dokter akan memberikan saran pemberian vitamin tambahan sehingga kebutuhan minimal dapat terpenuhi.

Selain berbagai penyakit yang bisa timbul akibat kekurangan vitamin D, ternyata kegemukan juga ada kaitannya lho. Kegemukan? Hihihi…(langsung lihat timbangan).

Baiklah, tampaknya saya harus mengambil keputusan cepat untuk memeriksa kadar vitamin D dalam darah saya. Saya juga harus bijak dalam memilih makanan. Seperti yang dokter David katakan, “Kamu yang berubah atau penyakit yang akan menghentikan kamu!?” Ih serem…sumpah saya gak mau kehilangan kesempatan untuk sehat karena kelalaian saya menjaga kondisi tubuh. Terima kasih Dok, kata-kata itu akan selalu saya ingat.

Ingin bertanya lebih banyak ke dokter yang asik ini? Dateng aja ke DF Clinic di Jalan Leumah Neundeut no.10 Bandung. Untuk janjian dengan dokter David atau dokter lain yang ada di klinik ini, silakan janjian dulu melalui 62-22-2010593.

TOK TOK BRENG PEMBANGUN SAHUR DI KUNINGAN

Salah satu desa yang memiliki tradisi toktokbreng pembangun sahur

Menjelang pukul 3 pagi, pasukan orang dari desa berkeliling. Berisiknya jangan ditanya. Bedug dipukul ditimpali suara alat musik lainnya. Ada yang pakai gitar, kendang, dan sebagainya. Irama bedugnya juga tidak hanya bunyi dug dug biasa, tapi bisa dijadikan semacam irama untuk berjoged.

Unik banget cara membangunkan sahur warga daerah Kuningan ini. Kerasnya suara semacam menyaingi pasukan marching band yang sedang parade di jalanan. Kalau ngga terbangun, aneh juga ya hehe… Waktu saya kecil, TK atau SD, pas sering libur Ramadhan ke Cirebon, ya seperti inilah budaya membangunkan orang sahur.

Jadi inget perda-perdaan yang lagi heboh di jagat Indonesia ini. Tiap daerah memang punya aturan dan keunikan sendiri. Kalau di daerah rumah saya di Bandung ada yang ribut dini hari macam gini, paling udah diringkus sama tim keamanan hehe… Di Kuningan atau Cirebon, keriuhan macam ini memang harus dinikmati, ngga boleh ngambek walau berisik banget.

-ER-

SERUNYA MENYUSURI PASAR TERBESAR DI BANGKOK CHATUCHAK MARKET

Chatuchak Weekend Market Yang Wajib
Dikunjungi Saat ke Bangkok

Untuk kamu yang baru pertama kalinya datang ke Bangkok, jangan lupa mampir ke Chatuchak Market. Karena pasar ini hanya buka saat weekend, kita harus atur waktu supaya kedatangan kita ke Bangkok bisa pas saat weekend.

Pasar ini bukan berupa gedung bertingkat, melainkan pasar dengan kumpulan kios-kios biasa yang tidak ber-AC. Walaupun tampak seperti pasar biasa, jumlah kios di pasar ini aduhai banyaknya. Ribuan kios deh pokoknya.   Ada yang berjualan baju (kayaknya dominan), berjualan tas, topi, tanaman, makanan, dan barang pernak-pernik yang lucu-lucu. Tempat ini cocok banget deh untuk siapapun yang lagi nyari inspirasi untuk bisnis (ngintip ide-ide yang dituangkan pedagang di sini hehe…).

Stasiun BTS Mo Chit yang sangat dekat dengan Chatuchak Market (exit 1)

Untuk menuju ke pasar ini bisa ditempuh dengan berbagai cara. Pakai taksi pastinya bisa, tapi kalau jarak tempuhnya jauh bakal lumayan mahal. Yang paling mudah adalah menggunakan BTS (Bangkok Mass Train System) dan pada akhirnya turun di Mo Chit. Setelah sampai di Mo Chit, kamu tinggal jalan kaki aja dah langsung sampai ke area pasar yang sangat luas ini.

Berhubung udara Bangkok cukup panas (di atas 30 derajat Celcius), pakai baju yang nyaman untuk menyerap keringat. Walau gak adem, kamu akan lupa sama udara gerah karena matamu akan tertumbuk sama barang-barang yang ditawarkan ribuan kios di sana. Sekali menemukan barang yang kayaknya cocok, saran saya mending langsung dibeli aja. Soalnya saking banyaknya kios, kamu bakal lupa tadi ngeliat sesuatu yang kamu pengen itu di kios mana ya… ?
Harga di sana ada yang bisa ditawar dan ada yang pas, tapi kalau beli banyak pasti boleh minta diskon. Tips supaya gak dikasih harga kemahalan, cari aja barang sejenis yang sudah dipajang harganya di kios lainnya. Nanti kamu bisa bandingin harga dan bahan dari barang yang dimaksud dan punya kisaran untuk menawar.

Makanan-makanan yang dijual di Bangkok juga unik. Ada coconut ice cream berupa es krim yang menggunakan batok kelapa sebagai wadahnya dan dibubuhi topping yang bisa dipilih. Ada juga makanan semacam tumisan cumi atau gurita (ups…itu saudaraku!), telor ceplok puyuh, limun buah-buahan, dan lain-lain. Menarik-menarik deh penyajiannya.

Coconut Ice Cream Khas Thailand
Kios Penjual Minuman Berbahan Alam, seperti Rosella, Chrysantemum, Lemon, dan lain-lain

Kalau kios yang menjual baju sih jangan ditanya lagi. Banyaaak banget. Mulai dari baju bordir, kaos, baju santai, baju anak, dan lain-lain. Penjual tas juga sangat banyak. Ada yang terbuat dari kain hingga ada penjual tas dari kertas semen. Kereeen…

Kios Tas di Chatuchak Market Bangkok
Lapak penjualan keramik rumah tangga

Oke deh, mending simak foto-fotonya aja. Mampir ke sini gak rugi kok! Oh iya, kalau mau nyari makanan halal yang mudah rutenya, cari atau tanya lokasi jam besar di sana atau bisa lihat di peta. Nanti di seputar jam besar itu ada yang berjualan makanan khas Thailand. Enak lho… Selamat bertualang!

Kios Masakan Halal Khas Thailand
Kios Lampu Hias Unik di Chatuchak Market
Lapak penjualan keramik rumah tangga
Cemilan Dari Gurita!!! ?

SERBA – SERBI MEMBAWA ANAK UMROH

 

Membawa anak umroh, ujian kesabaran bagi orangtua

Kenapa masih kecil harus diajak?

Apa tidak repot ngajak anak-anak?

Wah, orangtua harus siap diuji kesabarannya…

Begitulah pertanyaan-pertanyaan yang sempat terlontar saat saya selalu terusik pikiran untuk mengajak anak-anak umroh. Anak-anak kami usianya 12, 8, dan 6 tahun, masih SMP dan SD. Kenapa pikiran selalu terusik ya? Mungkin hanya Allah yang tahu karena secara duniawi lebih seru ngajak anak ke Disney Land daripada berpayah-payah ke Tanah Suci. Tapi mungkin ini bukan hasil logika biasa, itung-itungan materi jadi nomor dua. Rencana ingin ganti mobil biarlah ditunda, rasanya ada yang lebih urgent dari itu. Mungkin ini jalan dari Allah. Kalau soal materi, saya percaya rejeki akan langsung dikirim dari Allah asalkan untuk ke Tanah Suci. Jadi seperti kita tidak mengeluarkan biaya apa-apa (pikiran positif saya selalu). ?

Pemikiran lainnya, tidak ada yang tau umur orang. Kalau saya menunda mengajak anak ke Mekkah, apakah di masa yang akan datang saya masih diberi umur, suami masih diberi umur, atau si anak sendiri masih diberi umur? Nah, kayaknya lebih cepat lebih baik, pikir saya waktu itu. Lagipula dengan keedanan jaman sekarang, saya lebih percaya menitipkan pada Allah saja supaya menjaga ahklak agar selalu soleh dan solehah.

Mendaftar untuk umroh sejak beberapa bulan lalu untuk memastikan seat pesawat di jadwal keberangkatan yang tidak mengganggu jadwal kerja, kuliah saya dan suami, serta jadwal sekolah anak-anak. Alhamdulillah kami berangkat berlima, orang tua dengan 3 anak kecil. Eh, ditambah staf saya di kantor 1 orang jadi berenam. Alhamdulillah… Cerita tentang staf saya bernama Dewi yang ikut umroh juga punya cerita unik sendiri (kapan-kapan diceritain kalau sempat).

Menjelang keberangkatan, ada hal yang tidak terduga, si bungsu panas tinggi berhari-hari. Dengan obat dokter dan obat tradisional panasnya tetap tidak turun. Di situlah ujian kesabaran dimulai. Saya pasrah dan larut dalam doa-doa di shalat istikharah pada malam menjelang keberangkatan. Jawaban hati atas shalat itu, saya harus yakin dan mantap membawa anak saya memenuhi panggilan-Nya ke Tanah Suci. Biarlah Allah yang Maha Pengatur yang menyelesaikan keraguan hati.

Saat perjalanan di pesawat pun badan anak saya masih panas tinggi dan sangat rewel. Perjalanan panjang 9-10 jam di pesawat yang seharusnya untuk istirahat, saya baktikan untuk menenangkan anak dan mengatasi demamnya. Ujian kesabaran yang masih harus dilalui, pikir saya sambil memikirkan Allah pasti akan menolong.

Akhirnya sampailah kami di Jeddah Arab Saudi, bandara utama tempat mendaratnya pesawat haji dan umroh. Sehabis dari Jeddah, kami tidak langsung melaksanakan umroh ke Mekkah, tapi menggunakan bus menuju kota Madinah yang berjarak 6-7 jam dari Jeddah. Mekkah sendiri mungkin hanya sekitar 1 jam dari Jeddah, tapi jemaah Indonesia yang melakukan umroh langsung setelah mendarat biasanya melakukan niat dan miqot saat di pesawat udara saat terbang di atas kota Yalamlam. Rombongan kami rencananya melakukan miqot dan niat dari Bir Ali yang berada di sekitar Madinah.

Bus Arab dengan lantai khusus penumpang di bagian atas

Tiba di Madinah sekitar pukul 2 dini hari waktu setempat. Kami istirahat di kamar hotel sebentar setelah perjalanan yang begitu panjang. Saya pegang tubuh anak saya tidak demam sama sekali. Dia pun bisa tidur nyenyak. Pukul 4.30 dini hari, sebelum azan subuh, saya dan suami bersiap ke mesjid Nabawi untuk menunggu waktu azan subuh. Anak-anak yang sangat nyenyak tadinya ingin kami biarkan tidur dahulu. Tiba-tiba mereka terbangun karena merasakan persiapan orang tuanya dan ingin ikut ke mesjid. Masya Allah, alhamdulillah… Si bungsu yang beberapa jam sebelumnya masih rewel dan panas paling terlihat semangat dan kelihatan sangat segar.

Alhamdulillah, selama di Madinah yang cuacanya agak dingin, anak-anak tetap sehat. Cuma namanya anak-anak, badan mereka memang belum sekuat orang dewasa. Beberapa kali mereka kami tinggalkan di kamar hotel saat orang tuanya shalat ke mesjid. Yang pasti, walau di hotel mereka harus tetap shalat.

Ujian kesabaran juga harus kami lalui saat menuju ibadah umrah yang sebenarnya. Tanggal 3 Maret 2016 sekitar pukul 15.00, kami melakukan niat umroh di miqot Bir Ali di kota Madinah. Setelah miqot, kami menaiki bus menuju Kota Haram Mekkah Al Mukarromah dalam keadaan ihram selama sekitar 6-7 jam perjalanan. Di perjalanan sebagian orang melantunkan talbiyah dan sebagian lagi tidur. Anak-anak pun tidur nyenyak sepanjang perjalanan. Saya tidak mau mengusik mereka karena setelah perjalanan ini kami akan melakukan rangkaian ibadah umrah pada malam hingga dini hari yang pasti akan menguras tenaga.

Sesampainya di Mekkah, kami makan sejenak di hotel dan keluarga kecil saya memisahkan diri dari rombongan untuk memulai ibadah umrah lebih awal. Pertimbangannya, supaya anak-anak tidak terlalu lelah begadang dan lebih cepat selesai lebih baik. Lagipula dengan membawa anak tampaknya kami akan berjalan lebih lambat dibanding orang lain.

Di sinilah ujian kesabaran yang berikutnya. Karena membawa anak, supaya mereka tidak terlalu lelah, kami sengaja membawa kursi dorong. Untuk yang menggunakan kursi dorong, jalurnya terpisah saat thawaf dan sa’i. Saat tanpa membawa anak, kami umroh dan sa’i di jalur manusia yang berjalan kaki. Kalau anaknya masih balita dan cuma 1 anak sih mending digendong aja kayaknya.

Resiko berada di jalur kursi roda berbeda karena di jalur manusia biasa hanya akan berdempetan atau bertubrukan dengan badan manusia. Di jalur kursi roda, kami baru merasakan yang namanya tertubruk kursi roda berkali-kali dari belakang oleh kursi roda orang lain hingga kaki luka atau berdarah.

Hiks…ujian kesabaran yang sangat sakit tapi semoga menjadi penggugur dosa. Benar-benar pengalaman batin yang baru. Suamiku sampai terpincang-pincang mendorong kursi roda anak kami setelah ditabrak hingga jatuh dan berdarah di kakinya. Saya yang disampingnya hanya bisa menguatkan sambil menangis dan ikut mendoakan kebaikan dan ampunan dosa bagi suami dalam rasa sakitnya.

Sebenarnya di sekitar sana banyak petugas tim pendorong kursi roda yang bisa dimintakan jasanya. Mereka biasanya bergerombol misalnya di sekitar jalur sa’i. Tarifnya adalah 100 riyal untuk mendorong di tempat thawaf dan 100 riyal juga di tempat sa’i.

Saat thawaf, anak-anak masih kelihatan semangat dan kuat walau kami berkeliling 7 kali putaran menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam. Karena kami hanya membawa 1 kursi roda, anak-anak duduk bergiliran. Jadi semua kebagian jatah jalan dan jatah duduk didorong. Alhamdulillah semua gembira.

Pada saat sa’i, kelihatannya si bungsu mulai kelelahan dan ngantuk sehingga agak rewel. Putaran ke 4 sa’i antara bukit Marwah ke Safa, kami akhirnya memutuskan menyewa kursi roda karena anak-anak mulai kelihatan lelah dan ingin cepat beres. Biayanya nego dan akhirnya disepakati 75 riyal. Yang penting anak-anak bisa menuntaskan umrohnya dan mereka bisa menyerap banyak pelajaran berharga dari ibadah ini.

Kebetulan kami umroh di malam Jumat. Masjidil Haram pada malam Jumat ramainya benar-benar seperti mall yang lagi menyelenggarakan obral besar-besaran. Penuh banget! Dan hari Jumat memang hari liburnya kantor di Arab. Jadilah warga sini memanfaatkan malam liburnya dengan umroh sekeluarga. Bukan pemandangan aneh anak-anak banyak dibawa pada malam itu dan jalur thawaf serta sa’i sangat penuh oleh keluarga muda Arab. Alhamdulillah…kami tidak sendirian ?

Hingga waktunya selesai sa’i antara bukit Safa dan Marwah, kami pun melakukan tahallul sebagai tuntasnya ibadah umrah yang kami jalan hari itu. Total sekitar 3 jam kami melakukan rangkaian umrah di Masjidil Haram, jadi jam 3 dini hari kami sudah keluar dari Masjid. Setelah itu, sambil pulang ke hotel kami sempatkan mampir ke tempat cukur dan digundullah dua cowok kesayangan saya (suami dan si bungsu). Tukang cukur, toko makanan, toko souvenir, dan toko-toko lain di kota Mekkah memang ngga ada matinya. Buka selama 24 jam non-stop!

Alhamdulillah, semoga ibadah umrah kami bersama anak-anak diterima Allah dan semoga tulisan ini membawa manfaat bagi yang punya niat untuk umroh atau haji.

ROMANTISNYA SUNGAI CHAO PHRAYA MENJELANG SENJA

Romantisnya Sungai Chao Phraya Bangkok

Sungai Chao Phraya adalah sungai utama sepanjang 372 kM di Thailand dan menyebar ke seluruh daratan negara itu. Sungai ini juga membelah ibukota negara Thailand, yaitu kota Bangkok. Keberadaan sungai ini seakan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kota Bangkok. Belum ke Bangkok namanya kalau belum menyusuri atau menikmati suasana di sekitar sungai yang sangat lebar dan panjang ini.

Sungai ini berfungsi seperti halnya jalan raya, yaitu menjadi sarana transportasi dari satu tempat ke tempat lain. Ada yang melewati sungai ini menggunakan perahu dayung kecil, ada pula yang menggunakan perahu angkutan umum, perahu carteran, boat, dan bahkan kapal pesiar yang cukup besar.

Salah satu tepian tempat berlabuhnya perahu-perahu tadi adalah dermaga di Asiatique. Asiatique ini adalah sebuah kawasan tempat nongkrong anak muda di Bangkok. Cocok dong dengan kami yang masih muda (hik hik hik). Di kawasan ini terdapat tempat makan dan toko-toko yang berjumlah lebih dari 1.000 gerai. Ada kincir raksasa juga lho yang bernama Mekong.

Bangkok adalah kota yang hawanya cukup panas, jadi saat menjelang senja saat matahari teduh, pinggiran sungai di kawasan Asiatique ini bener-bener terasa asik. Lampu-lampu mulai dinyalakan, angin semilir sambil memandang riak air dan kapal-kapal yang berjalan anggun di sungai selebar ini, menjadi sajian yang pas dinikmati sambil ngabuburit (kalau umpamanya lagi bulan puasa hehehe…).

Pengen nyoba jalan ke sini? Gampang kok, bisa dijangkau naik angkutan umum. Kami pun ke sana menggunakan angkutan umum. Sambung-menyambung sih, tapi tetap oke. Banyak alternatifnya mau ambil jalur darat atau sungai, tapi hanya yang pernah saya coba nih saya ceritakan.

Caranya, buka peta dan cari stasiun BTS (Bangkok Mass Train Sistem) Saphan Taksin yang bisa diakses dari stasiun BTS lainnya walau sambung-menyambung. Setelah turun di BTS Saphan Taksin, kita tinggal naik bis yang nomornya 1. Nanti minta turun di Asiatique. Walau di sana kurang lancar bahasa Inggris, kemana-mana bawa peta atau pakai tulisan nama tempat aja, biasanya mudah untuk bertanya. Pakai bahasa tarzan, tentu saja hehe…

Selamat ngabuburit eh bertualang deh!

NGABUBURIT ASIK DI KOTA GARUT

Buat pendatang yang baru mengenal kota Garut, tidak perlu merasa bingung jika ingin mencari hiburan untuk anak-anak. Alun-alun di Mesjid Agung Garut saat ini menjadi tempat bermain anak yang cukup menarik. Selain anak-anak bisa berlari ke sana kemari atau bermain bola, banyak warga setempat yang menyewakan alat permainan dan olahraga berupa sepeda yang beragam bentuknya, becak kecil, motor kecil, hingga delman yang ditarik oleh domba Garut. Pernah dengar domba garut kan? Domba ini adalah hewan khas Garut yang terkenal kekar dan tangguh saat diadu. Bentuk tanduknya itu lho, lucu dan gagah.

Alat permainan itu bisa disewa dengan harga mulai dari Rp. 5.000 saja. Misalnya, naik delman domba hanya 5.000 rupiah untuk 1 putaran mengitari alun-alun. Kalau sepeda yang bentuknya lucu-lucu itu harganya ada yang mulai dari 5.000 rupiah untuk 2 putaran. Sambil mengisi waktu buka puasa, seru banget sambil main dan olahraga. Menjelang sore pun tukang dagang di seputar alun-alun ini banyak yang menjual makanan untuk tajil atau pembuka. Kalau penasaran, ayo datang ke kota Garut!

-ER-

KISAH SEDIH FAIZ, SI KECIL PIATU

Faiz dan kakak laki-lakinya yang berumur 6 tahun

Namanya Faiz. Umurnya baru 4 tahun. Dia adalah penghuni termuda Panti Sosial Asuhan Anak di Jl. Pasundan Garut. Pada saat masuk ke Panti, usianya masih 3 tahun. Di usia yang masih semuda itu, dia sudah merasakan kegetiran hidup yang luar biasa.

Faiz dan penulis

Sebelum menghuni panti ini, dia hidup bersama bapaknya. Sang bapak adalah seorang pekerja bangunan yang bekerja dari pagi hingga sore. Mereka menempati kamar kontrakan di Jakarta. Setiap si bapak pergi bekerja, Faiz dan kakaknya terpaksa dikurung di kamar hingga segala sesuatu dilakukan di kamar tersebut. Dua anak kecil malang ini hampir setiap hari mengalami hal tersebut. Kadang, si bapak tidak menyediakan makanan sehingga anak-anak ini kelaparan seharian. Bahkan, karena dikunci, anak-anak ini buang air besar dan kecilpun di kamar tersebut.

Lalu kemana ibunya? Faiz kecil sering menceritakan hal terakhir yang diingatnya tentang sang ibu. Tutur kata polosnya bercerita bahwa dia melihat sang ibu ditendang oleh ayahnya hingga terjengkang jauh ke pojok ruangan. Si ibu menangis kesakitan lalu dibawa oleh ayahnya ke rumah sakit. Ayah dan anak pun ikut menunggui ibunya di rumah sakit. Tapi besoknya ibu sudah dibungkus dan dibawa ke kuburan.

Faiz menyebut ayahnya jahat karena sering memukul ibunya. Hati siapa yang tidak sedih mendengar penuturan lugu dari anak sekecil ini. Pengalaman hidupnya begitu perih hingga tidak bisa lagi merasakan pelukan hangat ibundanya.

Kenapa kisah Faiz ini begitu terekam dan ingin saya bagikan? Saya tidak ingin ada Faiz-Faiz lain yang menderita karena kehilangan ibunya dan saya tidak ingin ada perempuan-perempuan lain yang merasakan siksaan dari suaminya. Perempuan itu untuk disayangi, dikasihi. Jangan sakiti hatinya, apalagi fisiknya. Buat laki-laki yang merasa tenaganya masih berlebih, masih banyak cara untuk melampiaskan kekuatan. Bisa ke batu bata, bisa ke es batu, tapi jangan ke tubuh perempuan, ibu dari anak-anakmu.

Semoga engkau wafat dalam keadaan khusnul khotimah Bu… Anakmu Faiz sudah dirawat dengan baik di panti ini. Semoga traumanya hilang dan dia bisa tumbuh ceria seperti anak-anak lainnya.

(tak terasa air mata meleleh saat menuliskan kisah ini-ER)

KIAT BANGUN BISNIS OFFLINE ALA KUWAT SUBARJA ( PEMILIK USAHA ICHI BENTO, MAYASHI, DLL )

KIAT BANGUN BISNIS OFFLINE ALA KUWAT SUBARJA 

(pengusaha makanan dengan 28 gerai yang tersebar dengan merk yang berbeda-beda)

Kuwat Subarja, pemilik puluhan gerai makanan siap saji

Memulai bisnis

Bisnis offline dan bisnis online sama-sama menarik untuk dipelajari dan dijalani. Banyak pebisnis offline yang akhirnya terjun ke bisnis online dan begitu pula sebaliknya.

Bapak Kuwat Subarja memulai bisnis pada tahun 1995 dengan menjual kaos Billabong dan kaos Mickey Mouse. Pada saat itu, modal kaos tersebut Rp.7.500 dan dijual oleh beliau Rp. 15.000,-. Ternyata dagangan itu laku keras dengan cara dititip-titipkan di toko dan kios pakaian yang ada di berbagai tempat, seperti di King’s Shopping Centre, dll. Lama-kelamaan disadari bahwa dirinya hanya puas secara emosional seakan produknya laku, tapi uang di tangan tidak ada. Setelah dicek ke toko dan kios yang dititipi, kaos tersebut banyak yang tidak terjual.

Akhirnya Pak Kuwat pun berpikir ulang dan cari akal supaya kaos tersebut benar-benar terjual. Dipilihlah cara dengan menjual di kawasan Punclut setiap hari Minggu. Untuk menarik perhatian, dibikin sebuah tulisan “Jual Kaos Rp.15.000”.

 

Memulai berbisnis makanan

Dari niat bersilaturahmi dengan teman, tanpa diduga kemudian Pak Kuwat menjadi pebisnis makanan. Adalah seorang Nur Afandi yang konon disebut-sebut profesinya “cuma jualan ayam”, didatangi oleh Pak Kuwat ke Purwakarta sambil membawa kaos. Pak Kuwat berharap temannya mau membeli kaos yang ditawarkan. Saat bertemu diceritakan bahwa Pak Nur mulai berbisnis ayam goreng tepung sejak tahun 1994 dengan memakai sepeda.

Setelah mendapat inspirasi dari temannya, Pak Kuwat memulai juga bisnis ayam gorengnya pada saat negeri ini mulai dilanda krismon, yaitu tahun 1997. Bisnis pertama ayam goreng tepung ini dibuka dengan konsep kakilima di tengah kota Bandung. Walau hanya kakilima, pada saat pembukaan ada 3 rangkaian bunga besar yang memeriahkan outlet. Bunga pertama dari sahabatnya yang mengajarkan bisnis ayam, dan dua rangkaian lagi sengaja dibeli Pak Kuwat untuk menambah semarak.

Cerita unik lainnya, pembelian makanan pertama di gerai tersebut terjadi pada pukul 11 siang dan pembelinya masih sangat diingat oleh Pak Kuwat. Pembeli tersebut adalah Pak Kuwat sendiri dan istrinya. Walau suami-istri, mereka sengaja duduk di meja yang berbeda supaya dimata konsumen yang lewat seakan-akan sudah banyak yang beli. Ada saja ya akalnya Pak Kuwat hehe..

Walau gerai pertama saat ini sudah tutup, bisnis makanan miliknya terus berkembang hingga kini meluncurkan berbagai merk. Mulai dari Ichi Bento, Mayasi, Dapur Bebek, dll. Total outlet yang dimiliki hingga saat ini berjumlah 28 gerai baik di dalam maupun di luar kota Bandung. Semua gerai tersebut adalah gerai milik sendiri dan tidak ada yang dikelola dengan system francise.

Dengan pengalaman bisnis yang terasah selama bertahun-tahun, Pak Kuwat menuangkan berbagai trik penting dalam BISNIS OFFLINE, di antaranya adalah:

  1. Tidak harus pengalaman (pengalaman bisa diperoleh dengan mencoba)
  2. Ada produk atau jasa yang kita miliki (berbeda dengan bisnis online yang bisa memasarkan produk tanpa menyediakan di tempat kita)
  3. Harus ada brand dan kemasan (penting sebagai pengingat, jadi harus punya karakter walaupun hanya berjualan baso di gerobak)
  4. Kualitas pelayanan
  5. Cintai transaksinya, bukan bisnisnya (Contoh, bisnis kaos. Walau tidak suka pakai kaos, sukailah transaksi dalam bisnis tersebut. Contoh lain adalah pemilik pabrik rokok mungkin tidak pernah merokok)

Pak Kuwat juga memberikan berbagai tips mengembangkan bisnis mulai dari awal. Tips tersebut adalah:

  1. Usahakan agar transaksi bisnis tersebut tunai. Untuk itu, hindari bisnis awal adalah menjadi supplier karena supplier biasanya memodali orang lain dan tidak dibayar tunai.
  2. Jangan bergantung ke figur individu, bahkan ke ownernya sekalipun. Menjadi bos jangan hanya menunggui bisnis, tapi tugas bos adalah hadir ke berbagai acara untuk menjalin relasi. Perhatikan bahwa semua bisnis besar tidak ada yang bergantung pada 1 orang saja,
  3. Delegasikan semua urusan manajemen. Secara bercanda tapi serius, Pak Kuwat berpesan bahwa hanya BAB (buang air besar) yang tidak bisa diwakilkan oleh seseorang hehehe… Jadi di luar semua itu, harusnya semua urusan bisa diwakilkan/ didelegasikan. Jadi bisnis berjalan, owner jalan-jalan. Kalau bisnis sudah berjalan, tinggal menduplikasi bisnis tersebut. Kalau tidak bisa mendelegasikan urusan, saat ownernya meninggal dunis, bisnis bisa tutup.
  4. Berbisnis jangan hanya 1 tempat atau 1 macam saja. Bukalah cabang atau bisnis lainnya. Biasanya, gerai pertama bukanlah yang terbaik. Kalau kita tidak membuka gerai selanjutnya jadi tidak ada perbandingan. Contohnya; gerai pertama Ichi Bento buka pada tanggal 13 Mei 2000 dan tempatnya di atas sungai kecil dan saat ini sudah tutup. Gerai-gerai berikutnya lebih bagus dan bertahan disbanding gerai pertama tersebut.
  5. Memperkokoh brand, misalnya dengan membuka cabang.
  6. Membuka jenjang karir karyawan. Kalau bisnis tidak berkembang atau tidak membuka cabang, akan sulit mencari karyawan.
  7. Menilai prestasi karyawan akan lebih mudah kalau karyawan lebih banyak
  8. Menaikkan kelas bisnis
  9. Membuka francise
  10. Membuat konsep industry (menyediakan banyak stok dan membuka keran usaha supaya terus mengalir banyak)

Motto yang selalu dipakai Pak Kuwat adalah ACTION dulu, nanti segala sesuatu akan diatur dalam proses yang sesingkat-singkatnya.

 

Tentunya setiap orang punya cara yang berbeda. Apapun caranya, yang penting ACTION!!

KETIKA BELL’S PALSY MENGHAMPIRI

Wajah hanya bisa tersenyum Separuh saat menderita bell’s Palsy

Tersenyumlah ketika kamu bisa tersenyum…

Kalimat itu sepertinya hanya basa-basi bagi kita yang sehat dan tidak mengalami kendala apapun untuk tersenyum. Bahkan orang yang sedang bersedih pun bisa tersenyum lho! Saya baru saja mengalami pengalaman baru sehingga membuat sulit tersenyum. Wajah lumpuh sebelah alias Sindrom Bell’s Palsy.

Seperti apa rasanya? Saya akan mulai dengan curhat tentang artinya kesempurnaan yang diberikan Allah untuk saya dan selama ini tidak saya sadari.

Suatu pagi, saya bangun dari tidur dan langsung sibuk menyiapkan anak-anak untuk sekolah dan mengerjakan pekerjaan dapur. Saya merasa mata kanan saya agak aneh saat berkedip, seperti mengganjal. Ah, saya pikir ini hanya mata yang mau bintitan atau kena bisul kayaknya. Saya pun asik mengerjakan berbagai hal di rumah sampai tiba saatnya ingin berangkat ke luar rumah. Harus mandi dong. Nah, dari kamar mandi inilah kesadaran saya baru terasa pada saat saya mengalami kesulitan saat kumur setelah menyikat gigi. Waduh, saya yang udah belajar kumur dan sikat gigi dari kecil kok gagal terus dan air di mulut selalu tumpah. Shock dulu dan akhirnya saya langsung browsing ada apa dengan wajah saya. Bell’s Palsy! Itulah saat pertama kali saya berkenalan dengan nama ini. Panik? Sempet iya.

Setelah panik tapi harus cepat mengambil langkah, akhirnya saya memilih untuk pergi ke dokter ahli akupuntur. Sebelumnya pernah akupuntur di seorang dokter, tapi buka prakteknya sore hingga tengah malam (saking antrinya). Ternyata ada dokter lain yang praktek di klinik siang hari. Yah dicoba deh. Percobaan pertama, jarum-jarum yang menembus kulit wajah saya berhasil bikin saya meneteskan air mata. Sakit juga ya hihihi…

Sempat beberapa kali akupuntur ke dokter ini dan juga konsultasi dengan dokter syaraf untuk second opinion, akhirnya saya malah memilih ke akupuntur tradisional cina. Kenapa? Soalnya jadwal berobatnya lebih enak, ada jam pagi sampai siang sehingga saya bisa berobat di sela-sela waktu anak sekolah. Dia bukan dokter, tapi semacam sinshe tradisional, yang membuka klinik akupuntur yang ditangani oleh Ibu Iing dan anaknya. Ibu separuh baya ini nancep-nancepin jarum akupuntur jauh lebih banyak dari di dokter sebelumnya. Alamak… Tidak hanya ditusuk, ternyata wajah saya pun diberi aliran listrik alias disetrum melalui kabel yang disambungkan ke jarum-jarum di wajah saya. Serem ya ngebayanginnya?

Salah satu cara pemulihan Bell’s Palsy yaitu tusuk jarum

Saya disuruh tiap hari datang selama 10 kali. Duh, terus terang kadang mental saya down juga. Jadi saya suka bolos selang sehari atau dua hari, mengobati perasaan yang ngeri-ngeri sedap. Tapi akhirnya semangat saya muncul sewaktu banyak orang yang tidak melihat kalau saya sedang lumpuh sebelah wajah. Padahal baru menjalani pengobatan sekitar 1 minggu aja. Alhamdulillah…kemajuannya sangat cepat dan menambah motivasi untuk sembuh. Dari beberapa pengalaman orang, hitungannya berbulan-bulan baru pulih. Malah ada yang sudah 6 bulan tapi kelumpuhan wajahnya masih terlihat.

Oh iya, saat saya konsultasi dengan dokter syaraf, beliau mengatakan hingga saat ini tidak ada penelitian yang menjelaskan penyebab dari terjadinya bell’s palsy. Dia bisa terjadi kapan saja dan kepada siapa saja, tidak melihat anak muda atau lanjut usia. Obatnya hanya terapi dan tambahan vitamin atau obat lain yang diperuntukkan bagi meningkatkan kondisi tubuh saja. Yang diingatkan hanya, “Jangan biarkan perut kosong dan harus selalu sarapan pagi.”

Di tempat akupuntur cina pun selalu diingatkan kalau akan memulai terapi, apakah sudah makan atau belum. Menurut mereka, bell’s palsy ini disebabkan gangguan pada saraf ke 7 di leher belakang sebelah kanan atau sebelah kiri. Oh iya, lumpuh sebelah wajah ini bisa terjadi di wajah bagian kanan atau wajah bagian kiri, tapi tidak pernah terjadi bersamaan antara kanan dan kiri sekaligus. Beda kasus ini dengan stroke, kalau terkena bell’s palsy, hanya bagian separuh wajah saja yang terkena. Anggota tubuh lain tetap sehat. Bahkan sering saya menyetir mobil sendiri ke tempat berobat.

Dengan pengalaman ini, saya ingin menuliskan pengalaman saya berobat. Lain orang pasti lain cara, kecocokan juga akan berbeda-beda. Saya hanya bersyukur bisa tersenyum lagi, bisa berkedip lagi, bisa berkumur lagi, dan merasakan hal-hal yang sempat hilang dari diri saya. Terima kasih Ya Allah…

Dua ekspresi dalam satu wajah (bagian yang normal bisa tersenyum, bagian yang lumpuh tanpa ekspresi)